Susukan, 12 Oktober 2025 — Dalam upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Susukan meluncurkan program edukatif bertajuk “Budidaya Tanaman Obat Keluarga” yang melibatkan seluruh siswa, guru, dan orang tua.
Program ini bertujuan mengenalkan siswa pada jenis-jenis tanaman obat tradisional yang dapat ditanam dan dimanfaatkan di lingkungan rumah. Selain sebagai media pembelajaran kontekstual, kegiatan ini juga mendorong kemandirian siswa dalam merawat tanaman dan memahami manfaatnya bagi kesehatan keluarga.
Belajar dari Alam dan Budaya Lokal
Kepala SDN Susukan, Ibu Siti Marlina, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari pendidikan karakter dan lingkungan hidup yang sudah menjadi komitmen sekolah. Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan kembali tanaman obat kepada generasi muda yang kini lebih akrab dengan obat-obatan modern.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak siswa kembali mengenal warisan budaya berupa tanaman obat keluarga yang sejak lama digunakan oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, anak-anak juga belajar langsung cara menanam, merawat, dan memetik hasilnya untuk digunakan sebagai alternatif pengobatan alami,” jelas Ibu Siti.
Praktik Langsung dan Kolaborasi Orang Tua
Dalam pelaksanaannya, siswa diajak menanam berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, lidah buaya, daun sirih, sambiloto, dan serai di kebun mini sekolah. Kegiatan ini dilakukan setiap pekan sebagai bagian dari pelajaran IPA dan Prakarya.
Tidak hanya itu, sekolah juga melibatkan peran aktif orang tua dengan mengadakan “Hari Tanam Bersama”. Pada hari tersebut, orang tua siswa datang ke sekolah membawa bibit tanaman obat dan membantu anak-anak menanamnya. Kerja sama ini memperkuat ikatan antara sekolah, siswa, dan keluarga.
“Anak-anak jadi lebih semangat karena orang tua mereka juga terlibat langsung. Mereka bangga menunjukkan tanaman hasil tanam sendiri. Ini sangat positif,” ujar Bapak Dedi, salah satu guru pendamping kegiatan.
Menumbuhkan Kesadaran Kesehatan Sejak Dini
Salah satu siswa kelas 5, Lala (11 tahun), mengaku senang mengikuti program ini. Ia bercerita kini bisa mengenali beberapa tanaman obat dan tahu manfaatnya.
“Saya paling suka menanam jahe karena aromanya enak. Kata ibu, jahe bisa buat mengobati masuk angin. Sekarang kalau ada yang sakit di rumah, saya bisa bantu ambil daun atau akar tanaman obat dari pot yang saya tanam,” katanya dengan bangga.
Program ini juga menjadi momen penting bagi siswa untuk belajar tentang kesehatan alami dan pola hidup sehat. Dalam sesi pembelajaran tambahan, guru memberikan penjelasan tentang khasiat masing-masing tanaman dan cara mengolahnya secara sederhana di rumah, seperti membuat wedang jahe atau ramuan herbal ringan.
Langkah Menuju Sekolah Adiwiyata
Inisiatif ini juga mendukung SDN Susukan dalam mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan atau Sekolah Adiwiyata. Dengan menciptakan ruang hijau produktif yang edukatif, sekolah berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di wilayah tersebut.
Menurut koordinator program, Ibu Yanti, hasil dari kebun tanaman obat ini tidak hanya dimanfaatkan secara internal, tapi juga menjadi bahan pameran dalam kegiatan “Expo Hijau Sekolah” yang diadakan tiap semester
Melalui program budidaya tanaman obat keluarga, SDN Susukan tidak hanya mengajarkan siswa untuk mencintai lingkungan, tetapi juga memperkenalkan gaya hidup sehat berbasis alam yang sederhana dan terjangkau. Diharapkan, program ini bisa menumbuhkan kebiasaan baik yang dibawa anak-anak hingga dewasa kelak.
Dengan pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sdnsusukan.com membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang pelajaran di kelas, tetapi juga tentang membentuk karakter, kesadaran, dan kepedulian terhadap kesehatan serta lingkungan.
